Kantor bank BCA di Pekanbaru RI

Bank BCA di Pekanbaru

Kantor bank BCA di Pekanbaru, provinsi Riau ( RI ). 

NONAMA & KODE CABANGALAMATTELEPON
1KCU Pekanbaru (0034)Jl. Jend. Sudirman 448
Pekanbaru RI 28115
0761-34522
2KCP A. Yani (0059)Jl. A. Yani 41 C
Pekanbaru RI 28114
0761-32376,
32525
3KCP Harapan Raya (8135)Jl. Imam Munandar No. 312 C-D
Pekanbaru RI 28288
0761-848308,
848248
4KCP Juanda (0144)Jl. Ir Juanda 73-75
Pekanbaru RI 28151
0761-32198,
32998
5KCP Nangka (0220)Jl. Tuanku Tambusai No. 126 D-E
(d/h Jl. Nagka)
Pekanbaru RI 28124
0761-33688
Bank BCA di Pekanbaru RI
6KCP Panam (8455)Jl. H.R. Subrantas No. 74 A & B
Pekanbaru RI
0761-561118,
561119
7KCP Riau Bisnis Center (8230)Jl.Riau No.36
Pekanbaru RI 28292
0761-860941-42
8KK Kantor Kas Rumbai (-)Bank & ATM Center
Kompleks Perkantoran PT CPI Rumbai
Pekanbaru RI 28271
0761-593377
Ext.46179

Kantor bank BCA di Pekanbaru. Logo-BCA-01. BCA secara resmi berdiri pada tanggal 21 Februari 1957 dengan nama Bank Central Asia NV. Banyak hal telah dilalui sejak saat berdirinya itu, dan barangkali yang paling signifikan adalah krisis moneter yang terjadi pada tahun 1997.  Krisis ini membawa dampak yang luar biasa pada keseluruhan sistem perbankan di Indonesia. Namun, secara khusus, kondisi ini memengaruhi aliran dana tunai di BCA dan bahkan sempat mengancam kelanjutannya. Banyak nasabah menjadi panik lalu beramai-ramai menarik dana mereka. Akibatnya, bank terpaksa meminta bantuan dari pemerintah Indonesia. Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) lalu mengambil alih BCA pada tahun 1998.  Bank BCA di Padang,Berkat kebijaksanaan bisnis dan pengambilan keputusan yang arif, BCA berhasil pulih kembali dalam tahun yang sama. Di bulan Desember 1998, dana pihak ke tiga telah kembali ke tingkat sebelum krisis. Aset BCA mencapai Rp 67.93 triliun, padahal di bulan Desember 1997 hanya Rp 53.36 triliun. Kepercayaan masyarakat pada BCA telah sepenuhnya pulih, dan BCA diserahkan oleh BPPN ke Bank Indonesia pada tahun 2000.  Selanjutnya, BCA mengambil langkah besar dengan menjadi perusahaan publik. Penawaran Saham Perdana berlangsung pada tahun 2000, dengan menjual saham sebesar 22,55% yang berasal dari divestasi BPPN. Setelah Penawaran Saham Perdana itu, BPPN masih menguasai 70,30% dari seluruh saham BCA. Penawaran saham kedua dilaksanakan di bulan Juni dan Juli 2001, dengan BPPN mendivestasikan 10% lagi dari saham miliknya di BCA.  Dalam tahun 2002, BPPN melepas 51% dari sahamnya di BCA melalui tender penempatan privat yang strategis. Farindo Investment, Ltd., yang berbasis di Mauritius, memenangkan tender tersebut. Saat ini, BCA terus memperkokoh tradisi tata kelola perusahaan yang baik, kepatuhan penuh pada regulasi, pengelolaan risiko secara baik dan komitmen pada nasabahnya baik sebagai bank transaksional maupun sebagai lembaga intermediasi finansial. Bank BCA di Padang

Halo-BCA-Call-Center-Kantor bank BCA di Pekanbaru